Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 27 Februari 2014

PIKIRAN MELAHIRKAN KEBIASAAN




Sebuah lembaga penelitian di Toronto, Kanada, melakukan riset tentang kebiasaan. Uji coba dilakukan terhadap dua ekor belalang peloncat. Mereka meletakkan belalang ini dalam tabung kaca yang separuhnya berisi air. Setelah itu tabung ditutup rapat dengan tembaga. Agar tidak mati tenggelam, tentu belalang ingin keluar dari tabung. Untuk itu ia meloncat. Namun, setiap kali berusaha, ia membentur tutup tembaga. Dan begitu seterusnya.

Lambat laun ia tidak berusaha sama sekali. Karena jika memaksakan diri, ia akan selalu membentur tutup tembaga itu. Pada saat itulah para peneliti membuka tutup tembaga tersebut dan membiarkan tabung terbuka. Apa yang terjadi? Belalang itu tidak berusaha membebaskan diri sama sekali. Sebab, ia sudah terbiasa tidak berusaha karena program yang telah ada dalam dirinya. Ia terus diam di air hingga tenggelam dan mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seekor belalang yang aktif meloncat tinggi dari satu tempat ke tempat yang lain ternyata putus harapan setelah mencoba beberapa kali. Ia telah diprogram oleh kebiasaan baru yang mebuatnya tidak berusaha meloncat lagi meskipun untuk menyelamatkan diri. Mengapa demikian ? Karena peristiwa yang sudah berkali-kali dilakukan, akumlasi pengalaman, dan hasil yang dialami menyebabkan kebiasaan tidak berusaha meloncat meskipun tutup tabung sudah dibuka.

Pada akhir riset, para peneliti menambahkan bahwa kebiasaan manusia terbentuk dengan cara yang sama, yaitu pengulangan perilaku, kemudian diikat dengan perasaan. Maka terbentuklah file khusus yang berkaitan dengan kebiasaan itu.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cara hidup sebagian orang diprogram oleh dunia di luar dirinya. Dari waktu ke waktu ia hanya mengeluhkan apa yang terjadi padanya, tapi tidak melakukan apapun untuk membuat perubahan positif. Hidupnya monoton dan keluh kesah menjadi kebiasaan. Dan dari keterangan diatas kita bisa mengerti apa arti sebenarnya  dari kebiasaan itu sendiri. Kebiasaan adalah pikiran yang diciptakan seseorang dalam benaknya, kemudian dihubungkan dengann perasaan dan diulang-ulang hingga akal meyakininya sebagai bagian dari perilakunya.

KEBIASAAN TERBENTUK DARI ENAM TAHAPAN :

1.       Berpikir
Pada tahapan ini seseorang memikirkan sesuatu, memberi perhatian, dan berkonsentrasi padanya. Sesuatu itu bisa ada dalam pikiran karena memiliki nilai lebih atau dianggap penting.

2.       Perekaman
Ketika orang memikirkan sesuatu, otaknya merekam. Otak yang kemudian membuka file yang sejenis dengan pikiran itu dan menghubungkan dengan pikiran-pikiran lain, yang sejenis atau yang dinilai bermanfaat baginya. Perekaman adalah tahapan yang sederhana di mana seseorang bisa menjauhinya dan menutup file, jika menghendaki.

3.       Pengulangan
Dalam tahapan ini seseorang memutuskan  untuk mengulang perilaku yang sama dan perasaan yang sama.

4.       Penyimpanan
Karena perekaman dilakukan berulang kali, akal menyimpannya dalam file dan menghadirkan ke hadapan Anda setiap kali Anda menghadapi kondiisi serupa.

5.       Pengulangan
Dalam tahapan ini disadari atau tidak seseorang mengulang kembali perilaku yang tersimpan kuat di dalam akal bawah sadarnya. Ia dapat merasakan bahwa dirinya telah mengulangi perilaku yang sama atau terjadi begitu saja di luar kemauannya. Setiap kali memori yag tersimpan di akal bawah sadar itu diulang, ia semakin kuat dan mendalam.

6.       Kebiasaan
Karena pengulangan yang berkelanjutan dan tahapan – tahapan di atas yang dilalui, akal manusia meyakini bahwa kebiasaan ini merupakan bagian terpenting dari perilaku seseorang. Maka ia  memperlakukannya seperti makan, minum, bernapas, atau kebiasaan lain  yang mengakar kuat. Jika sudah begitu, orang tidak dapat mengubahnya dengan hanya berpikir untuk mengubah, kemauan keras, atau dengan sesuatu yang berasal dari dunia luar semata. Ia harus mengubah makna yang terbentuk dalam pikiran dasar, kemudian membentuk program baru untuk dirinya dan mengulang –ulang program itu. Dengan demikian, ia akan melalui tahapan- tahapan  seperti yang sudah dilalui dalam membentuk kebiasaan negative, kemudian ia ganti dengan kebiasaan positif.


Pikiran memang tampak sederhana, tapi ia dapat menciptakan kebiasaan yang serupa dengan pikiran itu. So, mari kita lanjutkan perjalanan mengarungi makna kekuatan pikiran positif dan perbuatan strategis. 


Sumber : Buku "Terapi Berpikir Positif"

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut

Blogger news

Blogroll