Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 27 Februari 2014

MENGOLAH MOTIVASI DIRI

Motivasi diri itu harus diolah, dikelola agar benar-benar tumbuh dan berkembang di dalam diri kita, lalu menjadi kekuatan dahsyat yang memunculkan semangat bergelora untuk bertindak, berjuang tanpa lelah, mengatasi seluruh tantangan yang menghadang, hingga terwujud tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. 

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengelola Motivasi Diri :

1.     Ada Tujuan atau Sasaran yang akan Dipakai
Ada tujuan atau sasaran yang ditetapkan, apabila sebuah tujuan yang jelas dan spesifik, akan semakin mengembangkan motivasi. Mungkin saja ada seseorangyang memiliki motivasi untuk melakukan atau meraih suatu keberhasilan lalu ia mengiringinya dengan menetapkan tujuan atau sasaran keberhasilan tersebut, atau sebaliknya, ia tetapkan terlebih dahulu sasaran keberhasilan yang ingin diraih dengan jelas dan spesifik, kemudan ia membangun motivasi diri untuk mewujudkan tujuan tersebut.

2.     Memiliki Keinginan Untuk Sukses
Salah satu bahan bakar “motivasi diri” adalah keinginan untuk sukses, keinginan untuk berhasil, keinginan yang sangat kuat untuk mewujudkan tujuan atau sasaran sukses yang telah ditetapkan. Banyak keberhasilan atau prestasi besar yang telah dicapai, yang pada mulanya adalah sebuah mimpi, sebuah keinginan yang kuat, yang kemudian diubah menjadi kesuksesan.

3.     Memiliki Keyakinan Sukses
Keyakinan adalah salah satu ajaran yang pokok di dalam Islam. Jika seorang muslim diperintahkan menjauhi “keraguan”, maka sebaliknya dia diperintahkan untuk yakin. Keyakinan akan adanya Allah sebagai tuhan, yakin terhadap Kerasulan Muhammad SAW, yakin atas kebenaran isi Al Qur’an, dan seterusnya. Memiliki keyakinan sukses akan membuat seseorang semakin terdorong dan bersemangat untuk bertindak, melakukan upaya, mencari jalan menuju kesuksesan tersebut.

4.     Tumbuhkan Antusiasme atau Kegairahan
Hidup penuh dengan gairah , sangat penting bagi motivasi diri. Seseorang tidak akan terdorong melakukan sesuatu, jika ia tidak memilki gairah, semangat untuk melakukan hal tersebut. Untuk mencapai tujuan atau sasaran sukses kita, diperlukan pikiran positif. Namun, pikiran positif itu harus dibakar untuk menjadi tindakan. Dan api untuk membakar pikiran positif hingga menjadi tindakan adalah antusiasme. Tingkat motivasi kita selalu berbanding lurus dengan tingkat antusiasme yang kita miliki. Antusiasme adalah kegairahan hidup, semangat yang menggelora, rasa ingin tahu yng tinggi, kepercayaan diri, dan ahrapan.

5.     Memvisulisasikan Sasaran Sukses
Sesungguhnya ada hubungan timbale balik anatara keduanya. Seseorang yang benar-benar termotivasi untuk mencapai sebuah keberhasilan, maka ia selalu memvisualisasikan—menciptakan gambaran tentang sasaran sukses dalm pikirannya atau emlihat dengan pikirannya sasaran sukses yang ingin diraih – dan sebaliknya orang yang terus menerus memvisualisasikan sasaran suksesnya, akan termotivasi untuk merealisasikan atau newujudkan kesuksesan yang diinginkannya.

Sumber : Buku "Terapi Berpikir Positif"

TEMPAT PENUH INSPIRASI



“Plung….!!!”

 TIBA-TIBA IDE MUNCUL








“….Jebur-Jebur…. “
Ide-Ide Pada Berdatangan



  
Gambar di atas merupakan tempat yang sering banget bisa nemuin inspirasi,solusi, ide” yang cemerlang. Penyebabnya apa aku juga tidak tahu. Tapi menurut pengalaman siih,, seperti itu,,, lagian yang ngerasain gk Cuma aku lhoo…… Mungkin kalian juga pernah
So,,, jika kalian lagi keabisan ide mending ke salah 1 tempat diatas barangkali bisa menemukan ide….. hehe,,,



PIKIRAN MEMENGARUHI SIKAP




Kekuatan pikiran dan pengaruhnya mebuat kita berkonsentrasi akan sesuatu. Konsentrasi ini menyebabkan lahirnya perasaan tertentu dalam diri kita. Selanjutnya perasaan mendorong unuk brsikap. Saat inilah terlihat ekspresi wajah dan tubuh kita bergerak untuk menguatkan ucapan kita. Penggerak semua itu adalah pikiran.

Para ilmuan membagi sikap menjadi tiga :

1.       Sikap memusuhi atau menyerang
Sikap ini memiliki sifat buas. Sikap ini terjadi pada seseorang jika ada bahaya yang mengancamnya atau ada sesuatu yang menghalanginya dalam mewujudkan suatu keinginan. Dalam kondisi seperti ini, ucapan seseorang cenderung kasar, meledak-ledak, akan menyerang, dan ekspresi wajahnya berubah. Seseorang mengguanakan sikap ini untuk menghindar dari tanggunng jawab atau memaksakan pendapatnya pada orang lain.

2.       Siap taat dan terima
Sikap semacam ini digunakn seseorang karena beberapa sebab, antara lain :
a.       Menghindari bentrok dengan orang lain,
b.      Menghindari tantangan,
c.       Menghindari dampak negative tantangan, dan
d.      Tidak ingin jadi pusat perhatian
Secara umum kita melihat  orang yng menggunakan sikap ini sebagai cara beradaptasi dengan lingkungan. Ada kalanya sikap ini membuatnya frustasi dan merasa lebih kecil dari orang lain hingga melahirkan rasa percaya diri u ntuk menentukan sikap. Dalam bebrapa kesempatan, orang seperti ini menghadapi beberapa masalah, seperti rendah diri, merasa gagal, cemas, dan takut yang merupakan penyakit. Mentalnya tidak aakn stabil dalam bersosialisasi.

3.       Sikap tegas dan percaya diri
Sebuah lembaga kajian di New York memberikan pemahaman tentang sikap tegas dan percaya diri sebagai kemampuan mengontrol diri secara sempurna dengan amanah dan ikhlas sesuai tuntutan yang ada. Sikap ini akan melahirkan harmoni dengan orang lain karena selalu menghorati pendapat dan gagasan mereka. Sikap ini membuat orang merasa sama hingga meningkatkan keuntungan, baik secara pribadi atau di dunia kerja. Orang yang memiliki sikap seperti ini selalu mencari cara baru untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuannya agar selalu berprstasi

Jadi, mana sikap yang akan kamu ambil atau yang ada diri kalian masing”??? sikap yang pertama, kedua, atau yang ketiiga??? Cuma kalian yang bisa menjawab pertanyaan itu semua….

Sumber : Buku "Terapi Berpikir Positif"

PIKIRAN MELAHIRKAN KEBIASAAN




Sebuah lembaga penelitian di Toronto, Kanada, melakukan riset tentang kebiasaan. Uji coba dilakukan terhadap dua ekor belalang peloncat. Mereka meletakkan belalang ini dalam tabung kaca yang separuhnya berisi air. Setelah itu tabung ditutup rapat dengan tembaga. Agar tidak mati tenggelam, tentu belalang ingin keluar dari tabung. Untuk itu ia meloncat. Namun, setiap kali berusaha, ia membentur tutup tembaga. Dan begitu seterusnya.

Lambat laun ia tidak berusaha sama sekali. Karena jika memaksakan diri, ia akan selalu membentur tutup tembaga itu. Pada saat itulah para peneliti membuka tutup tembaga tersebut dan membiarkan tabung terbuka. Apa yang terjadi? Belalang itu tidak berusaha membebaskan diri sama sekali. Sebab, ia sudah terbiasa tidak berusaha karena program yang telah ada dalam dirinya. Ia terus diam di air hingga tenggelam dan mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seekor belalang yang aktif meloncat tinggi dari satu tempat ke tempat yang lain ternyata putus harapan setelah mencoba beberapa kali. Ia telah diprogram oleh kebiasaan baru yang mebuatnya tidak berusaha meloncat lagi meskipun untuk menyelamatkan diri. Mengapa demikian ? Karena peristiwa yang sudah berkali-kali dilakukan, akumlasi pengalaman, dan hasil yang dialami menyebabkan kebiasaan tidak berusaha meloncat meskipun tutup tabung sudah dibuka.

Pada akhir riset, para peneliti menambahkan bahwa kebiasaan manusia terbentuk dengan cara yang sama, yaitu pengulangan perilaku, kemudian diikat dengan perasaan. Maka terbentuklah file khusus yang berkaitan dengan kebiasaan itu.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cara hidup sebagian orang diprogram oleh dunia di luar dirinya. Dari waktu ke waktu ia hanya mengeluhkan apa yang terjadi padanya, tapi tidak melakukan apapun untuk membuat perubahan positif. Hidupnya monoton dan keluh kesah menjadi kebiasaan. Dan dari keterangan diatas kita bisa mengerti apa arti sebenarnya  dari kebiasaan itu sendiri. Kebiasaan adalah pikiran yang diciptakan seseorang dalam benaknya, kemudian dihubungkan dengann perasaan dan diulang-ulang hingga akal meyakininya sebagai bagian dari perilakunya.

KEBIASAAN TERBENTUK DARI ENAM TAHAPAN :

1.       Berpikir
Pada tahapan ini seseorang memikirkan sesuatu, memberi perhatian, dan berkonsentrasi padanya. Sesuatu itu bisa ada dalam pikiran karena memiliki nilai lebih atau dianggap penting.

2.       Perekaman
Ketika orang memikirkan sesuatu, otaknya merekam. Otak yang kemudian membuka file yang sejenis dengan pikiran itu dan menghubungkan dengan pikiran-pikiran lain, yang sejenis atau yang dinilai bermanfaat baginya. Perekaman adalah tahapan yang sederhana di mana seseorang bisa menjauhinya dan menutup file, jika menghendaki.

3.       Pengulangan
Dalam tahapan ini seseorang memutuskan  untuk mengulang perilaku yang sama dan perasaan yang sama.

4.       Penyimpanan
Karena perekaman dilakukan berulang kali, akal menyimpannya dalam file dan menghadirkan ke hadapan Anda setiap kali Anda menghadapi kondiisi serupa.

5.       Pengulangan
Dalam tahapan ini disadari atau tidak seseorang mengulang kembali perilaku yang tersimpan kuat di dalam akal bawah sadarnya. Ia dapat merasakan bahwa dirinya telah mengulangi perilaku yang sama atau terjadi begitu saja di luar kemauannya. Setiap kali memori yag tersimpan di akal bawah sadar itu diulang, ia semakin kuat dan mendalam.

6.       Kebiasaan
Karena pengulangan yang berkelanjutan dan tahapan – tahapan di atas yang dilalui, akal manusia meyakini bahwa kebiasaan ini merupakan bagian terpenting dari perilaku seseorang. Maka ia  memperlakukannya seperti makan, minum, bernapas, atau kebiasaan lain  yang mengakar kuat. Jika sudah begitu, orang tidak dapat mengubahnya dengan hanya berpikir untuk mengubah, kemauan keras, atau dengan sesuatu yang berasal dari dunia luar semata. Ia harus mengubah makna yang terbentuk dalam pikiran dasar, kemudian membentuk program baru untuk dirinya dan mengulang –ulang program itu. Dengan demikian, ia akan melalui tahapan- tahapan  seperti yang sudah dilalui dalam membentuk kebiasaan negative, kemudian ia ganti dengan kebiasaan positif.


Pikiran memang tampak sederhana, tapi ia dapat menciptakan kebiasaan yang serupa dengan pikiran itu. So, mari kita lanjutkan perjalanan mengarungi makna kekuatan pikiran positif dan perbuatan strategis. 


Sumber : Buku "Terapi Berpikir Positif"

KEHIDUPAN BAGAIKAN KOIN


Noe Letto




“Yang terpenting adalah tak henti belajar. Sukses dan popularitas akan mengikuti. ”


Tidak banyak group music yang begitu muncul, lagunya langsung dijadikan theme song sinetron. Apalagi dua lagu sekaligus.
Prestasi itulah yang diukir oleh band anak-anak muda asal Jogjakarta, Letto. Album pertama mereka yang berjudul Truth, Cry and Lie terjual lebih 450.000 keping, sehingga mereka dianugrahi Double Platinum. Dua lagu dari album tersebut dipilih oleh Sinemart untuk theme song sinetron. Ruang Rindu untuk sinetron Intan, dan sandaran hati untuk sinetron Wulan.

Sukses tersebut segera saja melambungkan nama band tersebut  ke pentas nasional. Namun, Noe dan para personel Letto lainnya mengaku tidak mau cepat berpuas diri. Menurut Noe, kita harus merevisi lagi tentang definisi keberhasilan. “Definisi sukses adalah tidak berhenti belajar. Kalau kita melakukan itu, kita tidak akan pernah gagal menggapai cita-cita. Definisi keberhasilan adalah ketika kita berupaya lebih baik dari yang kemarin,” tukasnya. Noe juga menyarankan para remaja agar jangan hanya semata-mata belajar pelajaran sekolah atau akademik tapi juga belajar berorganisasi, olahraga, seni, budaya, dan sebagainya.

Selain musiknya yang cantik , kekuatan Letto terletak pada lirik lagunya yang lembut dan romantis, sehingga sangat digandrungi terutama oleh para wanita. Siapa sangka kalau orang yang menulis lagu tersebut, Noe, adalah seorang Sarjana Matematika dan Fisika lulusan Kanada? Kok bisa bikin lagu yang lembut dan romantis,,,,? Apakah karena Noe adalah putra sastrawan terkemuka, Emha Ainun Nadjib? Mungkinkah darah penyair itu mengalir dalam dirinya ? Noe hanya tersenyum menjawab pertanyaan tersebut.

Banyak orang yang mendengar lagu-lagu Letto seperti terwakili. Mereka merasa, “Ini kisah saya.” Jadi, semacam personifikasi. Salah satu hal terpenting dalam hidup, kata Noe, adalah jujur dalam berkarya. Hal itu pula yang selalu ditekankan dalam group  band Letto, yang pada bulan September 2007 melepas album kedua bertajuk Don’t Make Me Sad. “Kami berusaha untuk mencari, menarik, dan memadukan keunikan dan keistimewaan  masing-masing personel Letto. Jadi, kata kuncinya adalah kejujuran. Dan, karena setiap orang adalah unik, karyanya pun unik. Rumusnya begitu saja. Mungkin semua orang mencoba jujur. Tapi, kami menjadikan jujur itu satu tingkat lebih tinggi. Jadi, jujur itu memberikan jalan bagi keunikan.”

Noe mengakui pentingnya peran agama dalam kehidupan. Baginya, dunia dan akhirat itu sama pentingnya. Ia menyebut kehidupan ini bagaikan koin. “Koin itu ada angka, ada gambar. Spiritualitas dunia-akhirat seperti itu. Di setiap koin, di setiap kejadian, disetiap pandangan mata, di dalam segala hal, tidak bisa dipisahkan. Selalu ada kedua aspek tersebut. Jadi, kalau ada yang ngomong lagu rohani, berarti ada lagu tidak rohani. Ada pengalaman spiritual, berarti  ada pengalamn tidak spiritual. Saya nggak setuju dengan istilah itu. Semua pengalaman hidup ada sisi spiritualnya.” Emha Ainun nadjib mengatakan bahwa Sabrang alias Noe tidak diberi pendidikan formal Islam, tetapi sejak kecil ia berusaha agar anaknya itu tertarik kepada Tuhan, kepada ciptaan Tuhan.

Noe mengakui rumah dan keluarga merupakan organisasi yang paling sederhana. “Keluarga yang harmonis merupakan sekolah terbaik buat anak dan remaja. Itu bisa jadi definisi yang sangat kuat. Tapi kalaupun keluarga tidak harmonis, tidak bisa jadi justifikasi bagi anak atau remaja untuk menjadi orang yang tidak sukses,” tegas Noe.

Sumber : Buku “Inspiring Stories”


BANGKIT DARI KAMAR MAYAT

B.J. HABIBIE


“Kemajuan keras dan perkenan Tuhan yang dapat membuat kita melewati masa-masa kritis dalam hidup”

Barangkali, bangsa kita tidak akan pernah dapat membuat pesawat terbang jika B.J. Habibie tidak bangkit dari kamar mayat. Ketika itu, dalam bulan Juli 1959, manusia jenius bertubuh mungil ini sudah terbaring tak berdaya di dalam kamar mayat sebuah rumah sakit di Bonn, Jerman. “Waktu itu hampir tidak ada harapan lagi bagi Pak Habibie untuk hidup,” cerita A. Makmur Makka, salah satu orang dekatnya.
Ketika itu Habibie dalam keadaan koma akibat serangan sejenis virus influenza ke jantungnya. Dokter sudah memprediksi  ia akan meninggal dan merekomendasikan agar “jasad” Habibie dimasukkan ke dalam kamar mayat. Seorang rohaniawan pun didatangkan  untuk membacakan doa-doa, sebagaimana membacakan doa orang sakit yang sebentar lagi akan menghembuskan napas terakhirnya.
Selama 24 jam, remaja cerdas yng sedang kuliah di Technische Hochscule (TH) Aachen, Jerman, itu koma. Badannya sangat lemah dan kakinya terbalut gips. Tiga kali ia mengalami koma  dalam waktu cukup lama dan tiga kali pula dokter menduganya akan meninggal, sehingga tiga kali pula tubuh Habibie dipindahkan ke kamar jenazah dari bangsal biasa. “Ketika sadar, yang pertama kali saya lihat adalah rohaniawan yang sedang mendoakan saya,” kenang Habibie.
Selain menimba ilmu tentag desain dan konstruksi pesawat terbang, selama di Jerman Habibie juga aktiif di organisasi pelajar dan mahasiswa. Ketika sakit parah, ia sedang dipercaya menjadi ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Aachen, Jerman. Bahkan, ketika itu PPI sedang menyelenggarakan seminar pembangunan bagi seluruh mahasiswa Indonesia di  Eropa, dan penggagas serta ketua panitianya adalah Habibie sendiri. Tak pelak, kawan-kawannya terutama yang menjadi angggota panitia, begitu shock mendengar Habibie jatuh sakit.
Dalam mempersiapkan seminar itu, Habibie memang benar-benar bekerja keras, pantang menyerah meskipun menghadapi kesulitan dana, dan selalu memegang komitmen-karakter Habibie yang menonjol dalam menjalani hidupnya. Demi suksesnya seminar, ia bahkan harus meminjamkan uang ke perusahaan Dailer Benz dengan meminjamkan  dirinya sebagai personal guarantee, dan berhasil. “Ini konsep saya. Kalau Saudara mau membantu, bantulah kami, karena kami adalah masa depan bangsa Indonesia. Kalau Saudara simpati, this is my account, my concept,” kata habibie ketika itu, kepada pimpinan perusahaan Daimler Benz.
Karena sangat sibuk mempersiapkan seminar, Habibie sering lupa makan dan kurang istirahat, sehingga jatuh sakit. Sebelum masuk kamar mayat, ia ditempatkan di kamar yang dihuni oleh seorang anak yang menderita leukemia akut. “Karena badan saya kecil dan wajah saya kekanak-kanakan, saya ditempatkan di kamar anak-anak,” gurau Habibie saat ditengok Kodiat Samadikun.
Sementara habibie terbaring tak berdaya di Rumah Sakit, seminar tetap berjalan dengan sukses, bahkan dianggap sebagai ide baru yang penting dan cemerlang dari kalangan mahasiswa. Seminar yang mempertemukan mahasiswa Indonesia se-Eropa itu juga dinilai mencerminkan upaya positif yang menyatukan pemikiran para mahasiswa  yang ketika itu terkotak-kotak dalam aspirasi politik yang berbeda-beda.
Karena kondisi habibie makin kritis, dokter lantas mengirim telegram agar ada kawannya yang datang ke rumah sakit. Ketika delegasi mahasiswa Aachen datang, keadaan Habibie masih koma di kamar mayat. Baru keesokan  harinya ada kabar baik, bahwa pemuda jenius itu telah melewati masa kritis. Seperti mendapatkan keajaiban, habibie sadar dan semangat hidupnya kembali tinggi. “Kemauan keras saya dan perkenan Tuhan menyebabkan masa kritis itu dapat saya lalui dengan baik, ” kata habibie
Karena telah sadar dan melewati masa kritis, Habibie dipindahkan lagi ke bangsal biasa. Semangat hidup dan tekadnya untuk meraih cita-cita, guna ikut membangun bangsa. Maka, seperti dikutip A. Makmur Makka dalam buku BJ Habibie, Kisah idup dan kariernya (Cides, Jakarta, 1999), Habibie menulis sebuah sajak patriotic untuk mengabdikan derita sekaligus tkad sucinya itu.

SUMPAHKU
Terlentang !
Jatuh! Perih! Kesal !
Ibu Pertiwi
Engkau Pegangan
Dalam Perjalanan
Janji Pusaka dan Sakti
Tanah Tumpah Darahku
Makmur Dan Suci
Hancur Badan
 Tetapa Berjalan
Jiwa Besar dan Suci
 Membawa Aku
 Padamu !

Bukan hanya masa kritis di rumah sakit Bonn, saat-saat sulit harus dilewati Habibie untuk meraih cita-cita dan tekadnya guna mengisi kemerdekaan dengan ikut aktif membangun bangsa. Ia juga harus berani hidup pas-pasan selama belajar di Jerman. Sebab, ia berangkat studi ke Jerman dalam kondisi keuangan keluarga sangat terbatas. “Waktu itu, untuk menguliahkan Habibie ke Jerman, saya harus melepas seluruh tabungan dan perhiasan saya. Pokoknya, saya benar-benar habis-habisan untuk Habibie. Sebagai janda yang tidak memiliki koneksi, saya harus berjuang sendiri demi anak,” kata sang Ibu, Ny.R.A. Tuti Martini, seperti diceritakan A. Makmur Makka.
 Sang Ibu memang sudah bersumpah kepada almarhum suaminya-Alwi Abdul Jalil-untuk meneruskan pendidikan anak-anaknya dengan sekuat tenaga. Habibie mendengar sendiri ketika ayahnya meninggal, ibunya yang saat itu sedang hamil delapan bulan bersumpah di depan jasad sang Ayah untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya. Sumpah ang Ibu yang didengarnya sendiri itulah yang ikut menguatkan tekad Habibie untuk menjalani masa kuliah dengan sungguh-sungguh, agar selesai tepat waktu, dengan nilai sempurna. Habibie menargetkan harus lulus tiap ujian. Sebab, jika tidak lulus, masa studinya akan makin lama dan beban ibunya akan makin berat. Sebagai balasan atas jerih payah  sang Ibu, Habibie merasa berkewajiban untuk lulus  tepat waktu, dan dapat segera  kembali ke Indonesia atau bekerja di Jerman.
Berbeda dengan mahasiswa lain yang rata-rata  (99 persen) mendapat beasiswa dengan ikatan dinas penuh, habibie merupakan satu-satunya mahasiswa Indonesia yang hidup dengan tunjangan uang kiriman orang tuanya. Habibie juga hanya memegang paspor hijau(swasta), sedangkan mahasiswa lain memiliki paspor dinas RI. Selain itu, merekapun masih memanfaatkan waktu libur untuk bekerja dan mencari uang. Bahkan, mereka sering menunda-nunda ujian demi pekerjaan dan uang. Lebhi dari itu, mereka masih mendapatkan uang kuliah, uang buku, dan uang pakaian dari pemerintah sehingga dapat hidup cukup mewah dengan mobil-oibil yang bagus. Sedangkan Habibie lebih berkonsentrasi pada kuliah, selalu mengikuti ujian tepat waktu, bahkan sering memanfaatkan liburan untuk ujian, agar dapat lulus lebih cepat. Sementara, kiriman uang dari ibunya sangat pas-pasan. Untuk membeli buku aja ia sering harus mencari uang sendiri pada waktu libur, saat tidak ada ujian.
Tekad Habibie untuk belajar dengan sungguh-sunguh serta dengan cepat, makin kuat tiap kali ia ingat pesan Prof. Mr. Mohammad Yamin, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), yang disampaikan ketika Habibie berpamitan untuk berangkat ke Jerman. Sambil mengelus-elus kepala Habibie dan menganjurkannya agar belajar ilmu tantang pesawat terbang, Prof. Mr. Mohammad Yamin berkata, “ Kamu inilah harapan bangsa.”

Sumber : Buku "Inspiring Stories"


SELALU BERFIKIR POSITIF


Apa sih maksud dari selalu berfikir positif ????? Maksud dari selalu berfikir positif adalah menjadikan posiive thingking sebagai kebiasaan. Ada masalah atau tidak, ia selalu bersyukur pada Allah. Selanjutnya, ia berfikir mencari solusi dari segala  kemungkinan hingga pikiran itu menjadi kebiasaan hidupnya. Orang yang memiliki kepribadian semacam ini akan menjalani hidup dengan damai, tenang, dan bahagia.  
Tahun 1953 Sir Edmund Hillary mencoba mendaki gunung tertinggi di dunia, ketinggiannya mencapai 29.000 kaki, yaitu gunung Everest. Dialah orang yang pertama di dunia yang mencoba mendaki gunung tertinggi ini. Meski keluarga dan teman-temannya sudah berusaha memintanya melupakan mimpi yang mengancam hidupnya, ia tetap bersikukuh. Tekadnya sudah bulat. Semua bujukan itu ia balas dengan kalimat positif yang kemudian diidentikkan dengan namanya. Ia berkata, “Jika tak ada orang yang pernah mendaki gunung ini, aku menjadi orang yang pertama. Jika sudah ada orang yang pernah mendakinya, aku akan menjadi yang terbaik.” Ia benar-benar mendaki gunung, tapi terpaksa turun kembali karena kaki kanannya patah. Para pengkritik dan pencemooh mecibir dan mencelanya. Tetapi ia tetap tersenyum dan berkata, “Kali  ini ia mengalahkan aku. Tetapi belum berakhir. Pada kesempatan yang akan datang aku akan menaklukkannya.”
Berkat usaha yang gigih dan semangat pantang menyerah, Sir Edmund Hillary menerima undangan untuk menerima penghargaan dari yayasan buruh di London atas usahanya yang berani dan tak pernah terpikirkan sama sekali. Dalam kesempatan itu ia diminta memberikan sambutan. Saat naik ke atas panggung, ia melihat gambar gunung Everest memenuhi dinding di depannya. Hillary menatap tajam gambar gunung tersebut dengan tangan kanan mengepal dan berkata “Gunung Everest, kau telah mencapai puncak pertumbuhan, sementara aku masih akan terus tumbuh setiap saat. Sebentar lagi aku pasti dapat menaklukkanmu.” Benar, ia terus mencoba, tapi nasib mujur belum berpihak padanya. Ia bersikeras untuk mendaki puncak gunung tertinggi itu. Dan akhirnya ia berhasil mewujudkan mimipinya. Dalam sebuah wawancara dengan media ia berkata. “Aku berhasil mengatasi rasa takutku. Aku berhasil mengontrol diriku dari pikiran negative yang membuat kita frustasi dan merasa gagl. Dengan begitu aku berhasil menaklukkan gunung Everest,”
Seseorang yang mengindahkan aspek spiritual selalu bersikap positif dan tawakal kepada Allah dalam menghadapi setiap persoalan. Dengan begitu, ia mampu mewujudkan impian hidup dan menjalaninya dengan ketentraman batin dalam setiap aspek kehidupan. Mari kita lanjutkan perjalanan ini untuk menguak misteri sifat-sifat kepribadian positif.

Sumber : Buku "Terapi Berpikir Positif"


 

Pengikut

Blogger news

Blogroll