Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 27 Februari 2014

KEHIDUPAN BAGAIKAN KOIN


Noe Letto




“Yang terpenting adalah tak henti belajar. Sukses dan popularitas akan mengikuti. ”


Tidak banyak group music yang begitu muncul, lagunya langsung dijadikan theme song sinetron. Apalagi dua lagu sekaligus.
Prestasi itulah yang diukir oleh band anak-anak muda asal Jogjakarta, Letto. Album pertama mereka yang berjudul Truth, Cry and Lie terjual lebih 450.000 keping, sehingga mereka dianugrahi Double Platinum. Dua lagu dari album tersebut dipilih oleh Sinemart untuk theme song sinetron. Ruang Rindu untuk sinetron Intan, dan sandaran hati untuk sinetron Wulan.

Sukses tersebut segera saja melambungkan nama band tersebut  ke pentas nasional. Namun, Noe dan para personel Letto lainnya mengaku tidak mau cepat berpuas diri. Menurut Noe, kita harus merevisi lagi tentang definisi keberhasilan. “Definisi sukses adalah tidak berhenti belajar. Kalau kita melakukan itu, kita tidak akan pernah gagal menggapai cita-cita. Definisi keberhasilan adalah ketika kita berupaya lebih baik dari yang kemarin,” tukasnya. Noe juga menyarankan para remaja agar jangan hanya semata-mata belajar pelajaran sekolah atau akademik tapi juga belajar berorganisasi, olahraga, seni, budaya, dan sebagainya.

Selain musiknya yang cantik , kekuatan Letto terletak pada lirik lagunya yang lembut dan romantis, sehingga sangat digandrungi terutama oleh para wanita. Siapa sangka kalau orang yang menulis lagu tersebut, Noe, adalah seorang Sarjana Matematika dan Fisika lulusan Kanada? Kok bisa bikin lagu yang lembut dan romantis,,,,? Apakah karena Noe adalah putra sastrawan terkemuka, Emha Ainun Nadjib? Mungkinkah darah penyair itu mengalir dalam dirinya ? Noe hanya tersenyum menjawab pertanyaan tersebut.

Banyak orang yang mendengar lagu-lagu Letto seperti terwakili. Mereka merasa, “Ini kisah saya.” Jadi, semacam personifikasi. Salah satu hal terpenting dalam hidup, kata Noe, adalah jujur dalam berkarya. Hal itu pula yang selalu ditekankan dalam group  band Letto, yang pada bulan September 2007 melepas album kedua bertajuk Don’t Make Me Sad. “Kami berusaha untuk mencari, menarik, dan memadukan keunikan dan keistimewaan  masing-masing personel Letto. Jadi, kata kuncinya adalah kejujuran. Dan, karena setiap orang adalah unik, karyanya pun unik. Rumusnya begitu saja. Mungkin semua orang mencoba jujur. Tapi, kami menjadikan jujur itu satu tingkat lebih tinggi. Jadi, jujur itu memberikan jalan bagi keunikan.”

Noe mengakui pentingnya peran agama dalam kehidupan. Baginya, dunia dan akhirat itu sama pentingnya. Ia menyebut kehidupan ini bagaikan koin. “Koin itu ada angka, ada gambar. Spiritualitas dunia-akhirat seperti itu. Di setiap koin, di setiap kejadian, disetiap pandangan mata, di dalam segala hal, tidak bisa dipisahkan. Selalu ada kedua aspek tersebut. Jadi, kalau ada yang ngomong lagu rohani, berarti ada lagu tidak rohani. Ada pengalaman spiritual, berarti  ada pengalamn tidak spiritual. Saya nggak setuju dengan istilah itu. Semua pengalaman hidup ada sisi spiritualnya.” Emha Ainun nadjib mengatakan bahwa Sabrang alias Noe tidak diberi pendidikan formal Islam, tetapi sejak kecil ia berusaha agar anaknya itu tertarik kepada Tuhan, kepada ciptaan Tuhan.

Noe mengakui rumah dan keluarga merupakan organisasi yang paling sederhana. “Keluarga yang harmonis merupakan sekolah terbaik buat anak dan remaja. Itu bisa jadi definisi yang sangat kuat. Tapi kalaupun keluarga tidak harmonis, tidak bisa jadi justifikasi bagi anak atau remaja untuk menjadi orang yang tidak sukses,” tegas Noe.

Sumber : Buku “Inspiring Stories”


0 komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut

Blogger news

Blogroll