Noe Letto
“Yang terpenting adalah
tak henti belajar. Sukses dan popularitas akan mengikuti. ”
Tidak banyak group music yang begitu
muncul, lagunya langsung dijadikan theme song sinetron. Apalagi dua lagu
sekaligus.
Prestasi itulah yang diukir oleh band
anak-anak muda asal Jogjakarta, Letto. Album pertama mereka yang berjudul
Truth, Cry and Lie terjual lebih 450.000 keping, sehingga mereka dianugrahi
Double Platinum. Dua lagu dari album tersebut dipilih oleh Sinemart untuk theme
song sinetron. Ruang Rindu untuk sinetron Intan, dan sandaran hati untuk
sinetron Wulan.
Sukses tersebut segera saja
melambungkan nama band tersebut ke
pentas nasional. Namun, Noe dan para personel Letto lainnya mengaku tidak mau
cepat berpuas diri. Menurut Noe, kita harus merevisi lagi tentang definisi
keberhasilan. “Definisi sukses adalah tidak berhenti belajar. Kalau kita
melakukan itu, kita tidak akan pernah gagal menggapai cita-cita. Definisi
keberhasilan adalah ketika kita berupaya lebih baik dari yang kemarin,”
tukasnya. Noe juga menyarankan para remaja agar jangan hanya semata-mata
belajar pelajaran sekolah atau akademik tapi juga belajar berorganisasi,
olahraga, seni, budaya, dan sebagainya.
Selain musiknya yang cantik ,
kekuatan Letto terletak pada lirik lagunya yang lembut dan romantis, sehingga
sangat digandrungi terutama oleh para wanita. Siapa sangka kalau orang yang
menulis lagu tersebut, Noe, adalah seorang Sarjana Matematika dan Fisika
lulusan Kanada? Kok bisa bikin lagu yang lembut dan romantis,,,,? Apakah karena
Noe adalah putra sastrawan terkemuka, Emha Ainun Nadjib? Mungkinkah darah
penyair itu mengalir dalam dirinya ? Noe hanya tersenyum menjawab pertanyaan
tersebut.
Banyak orang yang mendengar lagu-lagu
Letto seperti terwakili. Mereka merasa, “Ini kisah saya.” Jadi, semacam personifikasi.
Salah satu hal terpenting dalam hidup, kata Noe, adalah jujur dalam berkarya.
Hal itu pula yang selalu ditekankan dalam group
band Letto, yang pada bulan September 2007 melepas album kedua bertajuk
Don’t Make Me Sad. “Kami berusaha untuk mencari, menarik, dan memadukan
keunikan dan keistimewaan masing-masing
personel Letto. Jadi, kata kuncinya adalah kejujuran. Dan, karena setiap orang
adalah unik, karyanya pun unik. Rumusnya begitu saja. Mungkin semua orang
mencoba jujur. Tapi, kami menjadikan jujur itu satu tingkat lebih tinggi. Jadi,
jujur itu memberikan jalan bagi keunikan.”
Noe mengakui pentingnya peran agama
dalam kehidupan. Baginya, dunia dan akhirat itu sama pentingnya. Ia menyebut
kehidupan ini bagaikan koin. “Koin itu ada angka, ada gambar. Spiritualitas
dunia-akhirat seperti itu. Di setiap koin, di setiap kejadian, disetiap
pandangan mata, di dalam segala hal, tidak bisa dipisahkan. Selalu ada kedua
aspek tersebut. Jadi, kalau ada yang ngomong lagu rohani, berarti ada lagu
tidak rohani. Ada pengalaman spiritual, berarti
ada pengalamn tidak spiritual. Saya nggak setuju dengan istilah itu.
Semua pengalaman hidup ada sisi spiritualnya.” Emha Ainun nadjib mengatakan
bahwa Sabrang alias Noe tidak diberi pendidikan formal Islam, tetapi sejak
kecil ia berusaha agar anaknya itu tertarik kepada Tuhan, kepada ciptaan Tuhan.
Noe mengakui rumah dan keluarga
merupakan organisasi yang paling sederhana. “Keluarga yang harmonis merupakan
sekolah terbaik buat anak dan remaja. Itu bisa jadi definisi yang sangat kuat.
Tapi kalaupun keluarga tidak harmonis, tidak bisa jadi justifikasi bagi anak
atau remaja untuk menjadi orang yang tidak sukses,” tegas Noe.
Sumber :
Buku “Inspiring Stories”

0 komentar:
Posting Komentar